Semua Karena Cinta

“Hai hujan”, sapaku dalam kedinginan, “Betapa indah butiranmu ketika menyentuh kulitku”
Memecah sambil bersinar, bagaikan petasan di malam tahun baru
Kunikmati dingin airmu dikulitku, ditambah dengan hembusan lembut angin yang menggoyang pepohonan bak bisikan geli ditelingaku

Mereka berkata, “Nikmatilah apa yang ada, selalu bersyukur”
Kataku, “Apakah ada alasan untuk bersedih? Sedangkan bangun pagi adalah anugrah?”

Alasan apakah hingga bangun pagi disertai wajah cemberut? Bukankah tarikan nafas sepuasnya tanpa harus membayar adalah karena cinta?

“Hai matahari”, tegurku dalam kehangatan, “Betapa ramahnya cahayamu ketika membangkitkan hidup”
Perlahan engkau bangkit di timur, perlahan pula engkau beristirahat di barat
Sepenuh hati engkau bercengkerama dengan tumbuhan saat membantu mereka memasak

Semua adalah karunia, keajaiban, anugrah
Semua karena cinta

Batu Karang – renungan alam

Biarkan ombak menghantam aku, dengarkan merdu deburnya

Awal Baru

Karena hari kemarin telah melahirkan hari ini, maka hari ini akan menjadi ayah untuk hari esok

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.