Semua Karena Cinta
18 Jan 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
in Tentang Alam, Tentang Hidup, Tentang Tuhan
“Hai hujan”, sapaku dalam kedinginan, “Betapa indah butiranmu ketika menyentuh kulitku”
Memecah sambil bersinar, bagaikan petasan di malam tahun baru
Kunikmati dingin airmu dikulitku, ditambah dengan hembusan lembut angin yang menggoyang pepohonan bak bisikan geli ditelingaku
Mereka berkata, “Nikmatilah apa yang ada, selalu bersyukur”
Kataku, “Apakah ada alasan untuk bersedih? Sedangkan bangun pagi adalah anugrah?”
Alasan apakah hingga bangun pagi disertai wajah cemberut? Bukankah tarikan nafas sepuasnya tanpa harus membayar adalah karena cinta?
“Hai matahari”, tegurku dalam kehangatan, “Betapa ramahnya cahayamu ketika membangkitkan hidup”
Perlahan engkau bangkit di timur, perlahan pula engkau beristirahat di barat
Sepenuh hati engkau bercengkerama dengan tumbuhan saat membantu mereka memasak
Semua adalah karunia, keajaiban, anugrah
Semua karena cinta