Semua Karena Cinta

“Hai hujan”, sapaku dalam kedinginan, “Betapa indah butiranmu ketika menyentuh kulitku”
Memecah sambil bersinar, bagaikan petasan di malam tahun baru
Kunikmati dingin airmu dikulitku, ditambah dengan hembusan lembut angin yang menggoyang pepohonan bak bisikan geli ditelingaku

Mereka berkata, “Nikmatilah apa yang ada, selalu bersyukur”
Kataku, “Apakah ada alasan untuk bersedih? Sedangkan bangun pagi adalah anugrah?”

Alasan apakah hingga bangun pagi disertai wajah cemberut? Bukankah tarikan nafas sepuasnya tanpa harus membayar adalah karena cinta?

“Hai matahari”, tegurku dalam kehangatan, “Betapa ramahnya cahayamu ketika membangkitkan hidup”
Perlahan engkau bangkit di timur, perlahan pula engkau beristirahat di barat
Sepenuh hati engkau bercengkerama dengan tumbuhan saat membantu mereka memasak

Semua adalah karunia, keajaiban, anugrah
Semua karena cinta

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.